Kamis, 04 Februari 2016

Seputar Kesalahan Finansial dan Solusinya

BY Rochmat Aldy Purnomo IN , No comments

keinginan untuk dapat lebih hemat, menabung lebih banyak, bisa membeli tempat tinggal, kendaraan merupakan sebuah kebutuhan dan keinginan manusia pada umumnya, termasuk penulis. Tetapi, janganlah menunggu terlalu lama untuk merencanakan keuangan Anda tersebut. Semakin lama Anda merencanakan, semakin dekat pula dengan penghujung tahun, yang sampai akhirnya, Anda justru hanya merencanakan tanpa menjalankan. Karena pengaturan finansial sering diikuti berbagai deretan kesalahan, untuk itu kami rangkum dalam daftar kesalahan finansial berikut ini:

1. Tidak menetapkan aturan

finansial
Dalam resolusi yang anda susun, tentunya banyak tujuan yang ingin dicapai. Agar segalanya bisa diwujudkan, tentunya anda wajib mengatur pendapatan dan pengeluaran yang selama ini biasa dilakukan. Walaupun tujuan dari disiplin finansial ini hanya untuk diri anda sendri, Anda wajib mempunyai aturan dalam setiap langkah yang dilakukan. Misal, aturan untuk menyisihkan sekian persen dari pendapatan anda untuk menabung. Bila melanggar, jatuhkan denda untuk diri anda sendiri

2. Pensiun itu masih jauh

finansial
Pensiun, terutama bagi anda yang baru bekerja mungkin belum memikirkan hal ini bahkan berpikir, pensiun itu masih sangat jauh. Namun, jika memang anda mempersiapkannya dari sekarang, bisa dipastikan perbedaannya akan terasa secara signifikan dibanding anda tidak mempersiapkannya sama sekali

3. Investasi terlalu banyak

finansial
Mempunyai rencana di masa depan memang tidak salah, terutama dalam hal investasi. Namun, apakah itu artinya anda harus berinvestasi dalam jumlah yang besar tanpa memperhitungkannya matang-matang dan terlebih lagi jika anda rela mengorbankan biaya untuk keperluan sehari-hari dalam investasi anda tersebut. Justru itu salah, sebab ini akan menjadi masalah di kemudian hari. Karenanya, cobalah buat anggaran untuk setiap aspek dalam kehidupan finansial anda dan seperti point pertama, disiplin dan patuh terhadap peraturan yang anda buat.

4. Saat darurat, yang paling penting adalah memiliki uang tunai

finansial
Ketika keadaan genting atau darurat, anda hanya memprioritaskan uang tunai. Padahal ada asuransi kesehatan atau asuransi lainnya yang bisa anda peroleh. Misal, uang tunai memang sementara bisa membiayai penyakit ringan seperti flu atau batuk, namun, apa jadinya jika penyakit kritis yang harus segera membutuhkan pertolongan dengan biaya yang cukup besar. Itulah manfaat asuransi, lebih baik menyisihkan sedikit ketimbang menanggung risiko besar di masa depan.

5. Bingung untuk berinvestasi

finansial
Berbeda dengan point nomor 4 yang justru berinvestasi dalam jumlah besar tanpa hitungan. Dalam point ini, anda dikatakan ragu untuk memulai investasi walaupun modal mencukupi dan banyak kesempatan datang menghampiri Anda. Namun, Anda masih belum yakin dengan keputusan yang akan Anda buat.

6. Hidup hanya dengan menghabiskan pendapatan

finansial
Kebiasaan buruk yang sering dilakukan adalah menghabiskan seluruh gaji untuk pengeluaran yang tidak perlu. Orang cenderung menghabiskan pengeluarannya tanpa berpikir tentang masa depan. Setidaknya anda harus menabung dari pendapatan yang anda dapat sekitar 20%. Dapat disimpulkan, anda juga masih bergantung dengan satu jalur pemasukan saja, sehingga tidak mempunyai perencanaan untuk menambah pemasukan dari sisi lainnya

7. Lebih besar pasak daripada tiang

finansial
Memang kata bijak ini masih sangat cocok untuk merepresentasikan mayoritas keadaan ekonomi sekarang ini. Banyak yang terperosok karena gaya hidup dan ikut-ikutan orang di sekitar karena tidak ingin kalah atau ketinggalan zaman. Hal tersebut justru yang membuat anda semakin jatuh ke dalam lubang yang paling dalam. Sehingga dalam menjalani kehidupan ini, anda harus selalu menutup lubang itu hari demi hari, yang lebih mengenaskan jika itu terjadi sepanjang hidup anda.
Referensi :
www.aturduit.com

0 komentar:

Posting Komentar