Sabtu, 06 Februari 2016

Belum Punya Rumah di usia 35 Tahun: Suatu Fenomena atau Fakta?

BY Rochmat Aldy Purnomo IN , No comments

Anda baru lulus kuliah, kemudian bekerja, kurang lebih Anda lulus di usia 22 tahun, kemudian bekerja dengan berpindah-pindah tempat dan akhirnya menetap di sebuah perusahaan yang menurut anda itulah yang terbaik untuk menunjang karir dan kehidupan anda ke depannya. Namun hal lain bisa terjadi, usia makin bertambah, sudah menikah, keperluan semakin banyak, sampai-sampai rumah untuk ditinggali bersama keluarga anda pun belum dimiliki sampai umur anda menginjak di usia 35 tahun. 
Apa yang salah? apakah gaji anda terlalu sedikit atau terlalu boros ? Memang keterbatasan uang menjadi pemicu masalah utama dalam menghadirkan sebuah rumah di kehidupan anda. Mungkin, bagi anda yang memang memiliki dana cukup bahkan lebih, anda berhak untuk menentukan kriteria rumah yang anda mau, misalnya; bebas banjir, bebas macet, fasilitas lengkap, akses mudah, dekat dengan sekolah anak-anak dan tempat kerja anda. Itu jika anda mempunyai dana yang cukup, nah, untuk anda yang terbilang memiliki dana terbatas, sejatinya tidak bisa menentukan kriteria rumah idaman yang dikehendaki.
Supaya memiliki rumah idaman yang sesuai dengan kriteria anda, baiknya pandai mengatur keuangan. Bila tidak mampu mengelola keuangan maka bisa jadi sepanjang hidup anda akan tinggal di kontrakan. Memang belum ada penelitian yang mendalam mengenai anda yang sudah berusia 35 tahun tetapi belum memiliki rumah. Namun, pendapat ini ada benarnya, bisa anda bayangkan jika anda masih berada di usia produktif yaitu di bawah 35 tahun namun tidak bisa mengumpulkan uang untuk membeli rumah maka ketika usia anda di atas 35 tahun akan semakin sulit untuk mengumpulkan uang tersebut. Mengapa? Karena di usia ini kebutuhan anda semakin besar terutama bagi anda yang masih memiliki anak yang kuliah sehingga biaya semakin besar, belum lagi jika anda kebetulan mengidap penyakit karena usia yang mulai menua.
Solusi terbaiknya bila anda masih berkisar di usia 25 tahun adalah coba latihan berhemat agar setidaknya anda bisa membeli rumah meskipun hanya kredit dengan uang muka seadanya. Mungkin tidak hanya untuk membeli rumah saja, di usia produktif anda sudah harus memikirkan hal-hal yang lebih berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan hidup Anda, karena di umur itulah Anda mulai menata masa depan hidup Anda. Berikut yang menjadi alasan kenapa sampai di usia 35 tahun, Anda belum memiliki sebuah rumah.

1. Tidak membuat perencanaan

40 tahun
Setidaknya setelah lulus kuliah misalnya jika anda memang beruntung bisa mendapatkan gelar Strata 1. Anda mungkin tidak merencakan untuk langsung bekerja, kebalikannya anda justru ingin menghabiskan waktu yang singkat untuk bersenang-senang karena sudah jenuh terlalu lama, sebab harus menyelesaikan sekolah sampai akhirnya lulus kuliah yang kurang lebih memakan waktu seperempat abad usia anda.

2. Terlalu cepat memutuskan dalam mengambil pekerjaan

40 tahun
Benar, setiap kesempatan yang ada itu sangat disayangkan jika tidak diambil, nanti kesempatan itu justru diambil orang lain. Tetapi, anda sebaiknya bisa mempertimbangkan apakah pekerjaan itu layak bagi anda, dan mungkin yang utama adalah bagaimana dengan perkembangan pendapatan dan promosi jabatan yang akan anda dapat nantinya. Terutama pilih pekerjaan yang selalu sesuai dari hati anda yang paing dalam, sehingga keluhan yang datang ketika bekerja, bisa anda temukan sendiri solusinya.

3. Terlalu banyak pertimbangan

40 tahun
Ini kaitannya dengan anda yang sudah bekerja dan mendapatkan tawaran untuk naik jabatan, jika ada kesempatan ini, tetapi anda merasa kurang mampu untuk mengembannya. Itu menjadi sebuah tanda tanya besar, mengapa anda tidak siap? Apa yang kurang dari dalam diri anda, anda yang tahu sendiri apa yang menjadi penyebab anda menjadi kurang percaya diri. Memang, kemungkinan besar jika anda naik jabatan, gaji anda pun akan naik mengikuti, nah, itulah yang bisa anda jadikan modal untuk membeli rumah tersebut. Naikkan selalu kualitas anda hari demi hari sehingga anda tidak ragu ketika promosi jabatan itu datang menghampiri.

4. Tidak pernah menabung atau memanage keuangan

40 tahun
Mungkin, ketika baru pertama kail bekerja, anda merasa memiliki pendapatan yang lebih besar dari apa yang pernah orang tua anda beri selama sekolah sampai lulus kuliah, sehingga anda tidak dapat mengontrol pengeluaran anda. Anda pun menjadi sama dengan kebanyakan orang di luaran sana yang akan menghabiskan gaji sampai pertengahan bulan dan untuk bisa memenuhi kebutuhan sampai gajian datang kembali dengan meminjam kepada teman atau siapa saja dan gajian anda selanjutnya untuk menutupi hutang anda tersebut dan akan selalu seperti itu setiap bulannya. Sisihkan minimal 25% untuk menabung dan untuk keperluan penting lainnya. Sehingga anda tidak akan kelimpungan ketika memasuki pertengahan bulan.

5. Stuck di satu kerjaan

40 tahun
Jangan biarkan diri anda berkutat di satu pekerjaan saja dari awal berkarir sampai usia 40an, anda berada di tempat yang sama dengan penghasilan yang tidak naik secara signifikan dan sudah past dengan jabatan yang sama. Coba keluar dari comfort zone anda, jika terlalu nyaman, setidaknya anda mendapatkan sesuatunya yang lebih baik setelah kurang lebih anda bekerja di tempat itu di atas tiga tahun. Jika nyaman saja tetapi dalam hal gaji terutama tidak ada perubahan yang signifikan, sebaiknya mencari pekerjaan lain atau memulai usaha baru.

6. Tidak berinvestasi

40 tahun
Walaupun penghasilan anda besar, tetap anda tidak pernah berinvestasi atau menabung dengan kisaran minimal 20% setiap bulannya. Bisa dipastikan pengeluaran anda akan habis tidak bersisa tanpa jejak. Banyak investasi yang bisa dipilih, bisa dengan logam mulia, atau pun deposito, reksadana atau saham. Jika masih terlalu awam dengan itu semua, anda bisa belajar melalui internet atau dengan orang-orang yang anda percaya bisa mengajarkan dengan baik kepada anda.

7. Berhenti bekerja

40 tahun
Ini dikhususkan bagi wanita yang sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Biasanya anda lebih memilih untuk mengurus keluarga dan tentu saja anak anda jika masih di usia batita-sampai balita. Tetapi. Jangan salah, banyak juga wanita yang tetap melanjutkan karir walau usia bayinya masih kurang dari tiga bulan. anda juga tidak harus kembali ke tempat kerja lama anda jika di situ harus mengorbankan lebih banyak tenaga, waktu dan pikiran dibanding untuk keluarga ataupun orang tercinta anda. Anda bisa memulai berjualan online dari hal-hal yang anda sukai, atau part-time, freelance dan lain sebagainya.
Hal ini sebagai pengingat bersama, mengingat penulis pun saat ini masih dibawah usia 25 tahun. Menjadi Hebat dan Menikmati Hasil Maksimal tidak dibentuk dalam sehari, butuh perencanaan dan perjuangan yang baik dan terukur. Salam :)
Referensi :
www.aturduit.com

0 komentar:

Posting Komentar